IBX582438E75156F

Melihat Prospek Nilai Jual Beli Saham PT.Mayora Indah Tbk (MYOR)

Ketatnya persaingan bisnis memang tidak dapat dihindari saat ini, mulai dari perusahaan kecil hingga besar. Sebut saja PT.Mayora Indah Tbk (MYOR) yang hingga tahun ini mengalami berbagai tantangan dalam dunia bisnis. Perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan seperti biskuit, coklat, wafer dan permen ini memang telah sangat dikenal, tidak hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri. Banyak diantara produk dari PT.Mayora Indah Tbk yang mendapatkan penghargaan seperti Top public listed companies, Best Manufacturer of Halal dan lainnya. Namun, dibalik pencapaian dan keberhasilan yang didapat, banyak tantangan yang harus dihadapi untuk membuat perusahaan tetap berdiri kokoh.

Saham Mayora Indah

PT.Mayora Indah Tbk yang merupakan perusahaan terbuka tentu tidak lepas dari jual beli saham . Ini merupakan masalah lainnya yang seringkali harus dihadapi setiap perusahaan. Meski ada saja berbagai kendala yang dihadapi, namun PT.Mayora Indah Tbk dinilai masih memiliki prospek yang cukup baik dalam hal penjualan saham. Setidaknya hal ini diperkuat dengan pernyataan Analis PT Danareksa Sekuritas bernama Natalia Sutanto yang menyatakan emiten sektor konsumer masih dapat ditangani dengan baik berkat kondisi fundamental yang solid. 

Berbagai cara dilakukan perusahaan agar nilai saham Mayora indah tetap stabil, seperti peningkatan penjualan produk ekspor, inovasi produk, penambahan varian produk dan juga peningkatan kapasitas produksi. Meski terkadang adakalanya daya beli masyarakat domestik mengalami penurunan, hal ini tidak menghalangi perusahaan untuk tetap melakukan ekspansi.

Setidaknya, akan ada perbaikan daya beli masyarakat nantinya terutama pada waktu tertentu seperti menjelang pemilu, hari raya Lebaran dan Tahun Baru. Hal ini dinilai dapat menjadi pengaruh positif terhadap perusahaan sehingga target penjualan dapat meningkat dari tahun sebelumnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh PT.Mayora Indah Tbk saat ini yaitu terletak pada kenaikan harga bahan baku. Harga bahan baku yang sering mengalami naik turun, turut berpengaruh terhadap margin kotor perusahaan. Pada tahun 2017 lalu, margin kotor yang tadinya berada pada nilai 26.2% turun menjadi 22.6%. Meski begitu, Natalia selaku Analis PT Danareksa Sekuritas optimis perusahaan dapat mencapai target pendapatan pada tahun ini.
Share on Google Plus

About Ayead Gaptek

0 comments:

Post a Comment