IBX582438E75156F

Prestasi Walikota Banjarmasin H. Muhidin

Calon Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin - Senang rasanya melihat Kota Banjarmasin sekarang, wajah Ibu Kota provinsi Kalimantan Selatan yang 5 tahun dulu masih terlihat kusam dan semerawut, kini mulai nampak lebih Bungas (Indah) berkat kerja sama dan kerja keras pemerintah Kota Banjarmasin bersama beberapa instansi terkait dan dukungan sejumlah pihak termasuk dukungan masyarakat Banjarmasin itu sendiri.

Selama menjabat Walikota Banjarmasin, segala upaya membenahi Kota Banjarmasin pun dilakukan. Mengembalikan fungsi sungai dan membangun sarana tempat wisata untuk Masyarakat Kota Banjarmasin termasuk salah satu fokus pembenahan pemerintah kota, pembangunan siring dan taman di bantaran sungai Martapura agar dapat dijadikan tempat wisata dan supaya tidak ada lagi pemukiman semerawut dilaksanakan dengan cepat.

Haji Muhidin - Taman Siring Pasar Terapung Banjarmasin 3

Sebenarnya di tahun 2008 pemerintah kota Banjarmasin sudah mencanangkan untuk pembangunan serius jangka panjang siring sepanjang 5 Kilometer, waktu itu diperkirakan akan memakan waktu 25 tahun.

Sejak memegang jabatan Walikota dari 2010, pembangunan siring diupayakan semaksimal mungkin alhasil sekarang sudah 3 Kilometer siring yang terbangun, jika di hitung katanya pemerintah kota berhasil memangkas waktu kurang lebih 17 tahun dari yang diperkirakan.

Yang sudah dibangun mencakup siring sudirman, siring ujung murung, siring pasar lama, siring balai kota, dan siring pierre tandean. Yang sedang dibangun adalah siring pantai jodoh, siring RK Illir, dalam waktu dekat siring sungai baru.

Haji Muhidin - Taman Siring Pasar Terapung Banjarmasin 2

Kini yang dulunya permukiman kumuh di bantaran sungai diubah menjadi ruang terbuka hijau, Siring menjadi tempat wisata baru warga kota. Contoh, di siring Pierre Tendean dilengkapi menara pandang, panggung terbuka, dan rumah bergaya tempo dulu dari kayu ulin yang nanti menjadi tempat pameran hasil-hasil kerajinan khas Suku Banjar. Setiap Minggu pagi siring menjadi area car free day, siring juga dilengkapi fasilitas dermaga kecil agar wisatawan yang menaiki perahu klotok bisa singgah.

Sejak 2014, sebagian pedagang di Pasar Terapung, Kuin, dipindahkan pemkot ke siring Pierre Tendean. Kawasan kumuh tersebut disulap menjadi kawasan wisata. Pemkot juga melengkapi kawasan siring Pierre Tendean dengan patung bekantan (maskot Kalimantan Selatan) dari perunggu setinggi 8 meter. Ada juga fasilitas dua lapangan basket dan panggung serbaguna.

Haji Muhidin - Taman Siring Pasar Terapung Banjarmasin 1

Tantangan terberat yang dihadapi ketika memegang jabatan sebagai Walikota sebenarnya bukan keterbatasan anggaran, tapi pembebasan lahan. Misalnya, pembebasan lahan Jalan Veteran yang terkatung-katung selama tiga tahun karena penolakan warga. Kami pun selaku pemko Banjarmasin akhirnya menempuh jalur konsinyasi (menitipkan uang ganti rugi di pengadilan).

Akhir Januari lalu, Jalan Veteran dieksekusi satpol PP. Selama puluhan tahun Sungai Veteran seperti hilang tertutup bangunan. Pembebasan bukan tanpa risiko, gugatan warga pun disengketakan di Pengadilan Negeri Banjarmasin. Namun Tak apa digugat, karena kami yakin warga mendukung pembangunan.

Setiap pembebasan dimulai, selaku Walikota selalu menghimbau kepada semuanya untuk tegas dalam bertindak namun tetap santun dan bijak dalam berbuat, makanya kami selalu mengajak berunding lurah, ketua RT, dan tokoh masyarakat setempat. ”Pelan-pelan dijelaskan, pembebasan ini demi pembangunan, Warga pasti melunak meski penentang terus ada.

5 tahun menjabat sebagai Walikota Banjarmasin tentu bukanlah perkara mudah, tantangan demi tantangan setiap hari menghampiri silih berganti, alhamdullihan semuanya dapat dilalaui demi mempertanggung jawabkan sebuah amanah.

Banjarmasin sempat dijuluki surga kaki lima. Tidak kenal jalan protokol atau jalan pinggiran, pedagang kaki lima (PKL) mudah ditemui. Trotoar, bahu, dan badan jalan, bahkan sungai diblokade pedagang. Selama beberapa tahun, kondisi itu terkesan dibiarkan pemerintah kota. Selain jumlahnya yang banyak, PKL sulit ditertibkan karena banyaknya preman yang menjadi beking pedagang. Tidak jarang, saat penyitaan lapak kaki lima, satpol PP terlibat bentrokan.

Namun pada masa Wali Kota Banjarmasin H. Muhidin, PKL kini tidak lagi leluasa. Jumlah personel satpol PP terus ditambah. Fasilitas seperti mobil patroli dan derek diberikan. Hal yang belum pernah terjadi dalam masa wali kota sebelumnya. Ketika itu satpol PP dibiarkan ’’tertidur lelap.’’ Kini, hampir setiap hari, ada patroli dan penertiban PKL. Kawasan kaki lima yang pernah bertahan sangat lama seperti Jalan Hasan Basri, Sutoyo, dan Belitung Darat sekarang terlihat bersih.

Komitmen H. Muhidin juga ditunjukkan dengan memberikan perlindungan kepada satpol PP. Contohnya, pada 2014, balai kota pernah diserbu PKL hingga timbul keributan. Dia hanya menerapkan satu rambu bagi satpol PP. Selama satpol PP berada di lapangan, tidak ada alasan untuk terpancing provokasi dan meladeni bentrokan. ’’Kalau ada yang senang main pukul, pasti saya mutasi,’’ tegasnya. Tidak hanya menertibkan, Muhidin juga merelokasi PKL. Sebut saja kawasan wisata kuliner (KWK) Gang Pengkor (Belakang Gedung Sultan Suriansyah) dan Jalan Pos yang menjadi wadah bagi PKL.
Share on Google Plus

About Miftah Farid

0 comments:

Post a Comment